Nutrionist '09 UGM

Nutrionist '09 UGM
Nutrionist '09 UGM

Sabtu, 23 Maret 2013

Industri Pakan Ternak


            Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia, semakin hari semakin meningkat. Konsumen mulai memperhatikan kualitas protein hewani yang dikonsumsinya. Kualitas protein hewani sangat ditentukan oleh nutrient pakan yang diberikan ke ternak. Fungsi pakan menjadi sangat penting dalam memelihara kesehatan, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan bagi ternak, sehingga ternak tumbuh sesuai yang diinginkan.
            Pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan, disenangi, dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, diabsorbsi dan bermanfaat bagi ternak (Kamal, 1994; Mc Donald et al., 2002). Pakan merupakan faktor yang mempengaruhi produktivitas ternak, sering dihitung 50% sampai 75% dari biaya total (Kellems dan Church, 2010). Pakan sebagai central point dalam usaha peternakan dalam memaksimalkan potensi genetik dari seekor ternak, menjadikan pakan sebagai faktor yang selalu dikelola secara efektif dan efisien dalam menekan biaya total produksi untuk memperoleh profit sebesar-besarnya.
         Perusahaan pabrik pakan ternak di Indonesia memiliki peran dalam industri peternakan. Peluang bisnis yang terbuka di Indonesia menjadikan perusahaan pabrik pakan ternak memiliki peluang yang cukup baik dalam pengembangannya. Beberapa perusahaan pabrik makanan ternak di Indonesia yang cukup besar seperti PT. Charoen Pokphand, PT. Japfa Comfeed, PT. Sierad Produce, dan  PT. CJ Feed. Ketersediaan pakan menjadi persoalan besar bagi perusahaan pabrik pakan ternak, selain kuantitas permintaan pasar dalam jumlah besar yang harus dipenuhi oleh pabrik, masalah kualitas tidak dapat diabaikan.
            Perusahaan pabrik pakan ternak di Indonesia memiliki fokus pada  produksi pakan konsentrat. Menurut Agus (1999), pengolahan pakan konsentrat memiliki tujuan bertujuan untuk mengubah ukuran partikel, mengubah kadar air, mengubah densitas pakan, meningkatkan palatabilitas, mengubah kandungan nutrien, mempertahankan kualitas selama penyimpanan dengan menurunkan kadar air, dan meningkatkan keuntungan.
            Feed Manufacturing merupakan proses konversi bahan baku menjadi pakan serasi/seimbang  (balance diet) yang dibutuhkan oleh ternak. Feed Manufacturing dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk menghasilkan produk dalam suatu feed mill yang memiliki suatu perlengkapan yang dapat memproroses bahan pakan (misalnya proses grinding dan extruding). Feed Labeling menjadi salah satu poin dalam Feed Manufacturing. Fungsi  Labeling adalah sebagai sumber informasi, termasuk di dalamnya daftar analisis komposisi dan jaminan (Cheeke, 2005).
Proses produksi pada sebuah pabrik pakan ternak meliputi Pre-mixing, Grinding, mixing, processing, packing. Adanya proses pengolahan bahan baku dalam industri pakan ternak ternyata menimbulkan dampak, baik menguntungkan maupun merugikan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari proses tersebut dapat dilihat dari segi biaya, operasional, dan bahan. Ditinjau dari segi biaya, proses pengolahan bahan baku dapat menurunkan biaya(tenaga kerja, energi, dan produksi); dari segi operasional akan memudahkan penanganan (handling), pencampuran, dan pengubah bentuk; serta dari segi bahan akan meningkatkan daya cerna dan palatabilitas. Adapun kerugian proses pengolahan dalam industri pakan ternak, antara lain adalah terbentuknya debu, penurunan kadar air, dan berkurangnya volume bahan (Retnani, 2011).
            Variasi kualitas dalam pakan jadi dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu kondisi/kualitas bahan baku, pengaruh processing, packing, dan penyimpanan dalam gudang. Kualitas bahan baku dipengaruhi dari faktor  perlakuan prapanen, panen, pascapanen, dan kesuburan tanah serta varietas tanaman. Tanah yang mengandung nitrat yang cukup tinggi akan memberikan pengaruh pada kandungan nitrat  tanaman yang berada disekitar area tersebut. Jenis varietas antar tanaman akan memberikan kualitas yang berbeda pula, tanaman yang dirancang tahan terhadap serangan serangga penggerek akan memiliki serat kasar yang lebih tinggi dibandingkan varietas yang lain. Perlakuan/penanganan  pasca panen dapat mempengaruhi kualitas bahan baku, penyimpanan bahan baku setelah panen tanpa memperhatikan kadar air dan kondisi penyimpanan pasca panen dapat menyebabkan penurunan kualitas bahan baku (ransiditas/tengik, tumbuhnya jamur dan bakteri, serta invasi serangga).
Efek dari processing dapat mempengaruhi nilai nutrisi dari suatu pakan jadi, misalnya dalam proses  steam pelleting dengan menggunakan tekanan yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda pula. Metode processing  pakan jadi akan sangat mempengaruhi nilai nutrisinya. Interaksi antar bahan pakan dalam processing sangat mungkin dapat terjadi, reaksi browning reaction (reaksi ikatan kompleks senyawa karbohidrat dengan protein yang terjadi pada saat adanya panas), panas dihasilkan dapat berasal dari metodenya (seperti pada pelleting) atau dari gesekan mesin. Pencemaran atau kontaminasi dapat berasal dari mesin, metode dan penanganan. Penggunaan molasses dalam pakan jadi dapat menyebabkan beberapa bahan terikat dan menempel dengan molasses di dinding mesin, sehingga pada proses pengolahan pakan jadi dengan komposisi pakan jadi tanpa molasses atau bahan yang menempel bersama molasses dapat mempengaruhi nila nutrisi pakan jadi. Penambahan senyawa-senyawa pengawet seperti antioksidan dalam processing dapat mempengaruhi persentase komposisi kimia pakan jadi. Menurut Agus (2008), pakan konsentrat seperti tepung ikan yang dimanfaatkan sebaai pakan ternak dapat ditambahkan senyawa antioksidan seperti ethoxyquin untuk mencegah minyak menjadi tengik. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar